Musim hujan yang biasanya mencapai puncaknya pada bulan Desember sering kali disertai dengan meningkatnya risiko banjir di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi cuaca yang lembap, genangan air, serta perubahan suhu dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, menjaga kesehatan diri dan keluarga selama musim hujan dan banjir menjadi hal yang sangat penting.

  1. Waspada Penyakit Musim Hujan

Beberapa penyakit yang umum terjadi pada musim hujan dan banjir antara lain:

  • Demam berdarah (DBD) akibat meningkatnya perkembangbiakan nyamuk.
  • Diare dan penyakit pencernaan karena air yang tercemar.
  • Leptospirosis yang dapat menular melalui air banjir yang terkontaminasi urine hewan.
  • ISPA, flu, dan batuk akibat perubahan suhu dan daya tahan tubuh yang menurun.
  • Penyakit kulit karena sering kontak dengan air kotor.

Mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sangat dianjurkan.

  1. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Kebersihan merupakan kunci utama pencegahan penyakit, terutama saat musim hujan dan banjir.

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.
  • Mandi dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah atau terkena air hujan/banjir.
  • Menjaga lingkungan tetap bersih dengan tidak membiarkan sampah menumpuk.
  • Melakukan 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang) untuk mencegah sarang nyamuk.
  1. Konsumsi Makanan dan Air yang Aman

Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi higienis:

  • Minum air matang atau air kemasan yang aman.
  • Mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang sempurna.
  • Menghindari jajan sembarangan, terutama di lokasi terdampak banjir.
  • Menyimpan makanan di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi.
  1. Menjaga Daya Tahan Tubuh

Cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan imunitas tubuh. Untuk itu:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur dan buah.
  • Cukup istirahat dan tidur minimal 7–8 jam per hari.
  • Rutin berolahraga ringan meskipun di dalam rumah.
  • Mengonsumsi vitamin atau suplemen sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
  1. Perlindungan Saat dan Setelah Banjir

Jika berada di wilayah rawan banjir:

  • Gunakan alas kaki atau sepatu bot saat melewati genangan air.
  • Hindari kontak langsung dengan air banjir jika terdapat luka terbuka.
  • Segera bersihkan dan keringkan rumah setelah banjir surut.
  • Perhatikan kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan lansia, yang rentan mengalami stres pascabencana.
  1. Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Sakit

Jangan menunda untuk berobat apabila mengalami gejala penyakit seperti demam tinggi, diare berkepanjangan, nyeri otot, atau luka yang terinfeksi. Penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius.

Penutup

Musim hujan dan banjir pada Desember 2025 memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh masyarakat. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh, risiko penyakit dapat diminimalkan. Kesehatan adalah investasi utama agar kita tetap dapat beraktivitas dan menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman meskipun di tengah cuaca ekstrem.